ilustrasi by: sonofmontainmalang.wordpress.com
Lihatlah betapa indah warna padi menguning...
hamparan kuning keemasan bagai lukisan permadani raksasa
sungguh sedap dipandang mata...
Itulah sepenggal puisi yang menggambarkan alam desa dengan hamparan padi menguning... Tapi kali ini Markonah bukan ingin membahas puisi lho, tapi tentang beras ketan.
Sebagian dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya beras ketan dong? Yup! Beras ketan yang bertekstur dari mutasi genetik tunggal yang menyebabkan lengket ini, adalah makanan pokok yang bisa dioleh dengan cara dikukus. Beras yang bahasa latinnya bernama Oryza sativa ini adalah jenis beras yang banyak tumbuh di Asia Tenggara dan Asia timur, termasuk Indonesia.
Nah, tahukah anda jika Beras ketan ini bisa menambah energi dalam jumlah yang sangat besar? Jadi mengonsumsi ketan sangat baik, karena banyak manfaatnya bagi kesehatan dengan meningkatkan asupan mineral dan vitamin penting bagi tubuh.
Beras ketan ilustrasi by: wikipedia
Setiap cangkir beras ketan yang dimasak mengandung 169 kalori atau sekitar 8% dari rekomendasi asupan kalori harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Sebagian besar dari kalori tersebut, 83% berasal dari kandungan karbohidrat beras ketan, dimana dalam setiap porsinya menyediakan sekitar 36.7 gr karbohidrat. Tubuh memerlukan karbohidrat kompleks, termasuk yang ditemukan dalam beras ketan yang nantinya akan diubah menjadi glukosa, yang kemudian digunakan untuk bahan bakar otak, hati dan fungsi otot.
Selain itu, dalam secangkir beras ketan memiliki sekitar 4% tiamin, niacin yang juga sangat bermanfaat sebagai sumber energi yaitu dengan membantu metabolisme makanan menjadi bahan bakar. Baik sebagai sumber energi:
Dapat menurunkan resiko penyakit jantung
Kandungan serat dalam secangkir beras ketan yang dimasak adalah +/- 1,7 gr. Serat dalam ketan juga menawarkan manfaat kesehatan, yaitu memberikan kontribusi untuk diet tinggi serat, yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Membantu menangkal radikal bebas
Selenium merupakan mineral penting yang diperlukan tubuh yang banyak terkandung dalam beras ketan. Senyawa ini bertindak sebagai anti-oksidan dalam tubuh untuk melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.
Mengatur aktivitas hormon tiroid
Kandungan Selenium dalam beras ketan juga bermanfaat untuk kelenjar tiroid dengan cara mengatur aktivitas hormon tiroid dan membantu pembuluh darah berfungsi dengan baik. Setiap cangkir beras ketan yang dimasak mengandung 9,7 mg selenium, atau sekitar 18% dari rekomendasi asupan harian.
Menjaga kesehatan tulang
Manfaat beras ketan yang cukup berperan salah satunya adalah menjaga kesehatan tulang. Menurut Institute of Medicine, kandungan mangan dalam beras ketan juga dapat membantu membuat proteoglikan, yaitu sejenis protein yang diperlukan untuk menjaga tulang rawan serta jaringan tulang lainnya agar tetap sehat. Setiap porsi ketan menyajikan asupan mangan sekitar 0,5 miligram atau sekitar 22% dari asupan harian yang direkomendasikan untuk pria dan 28% untuk perempuan.
Menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat
Beras ketan merupakan sumber prebiotik yang baik bagi tubuh yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik yang biasanya hidup di usus dan yang diperlukan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu kandungan zinc dalam beras ketan juga sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat sepanjang tahun. Seorang wanita membutuhkan sekitar 8 mg kandungan zinc atau seng setiap harinya, kecuali bagi mereka yang sedang hamil, mereka membutuhkan sekitar 11 mg zinc, karena hal itu sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin secara normal. Satu cangkir nasi ketan memiliki 0,7 mg atau 9% dari rekomendasi harian.
Menyehatkan sistem pencernaan
Kandungan serat dalam beras ketan sangat baik untuk membantu menyehatkan sistem pencernakan dalam tubuh. Dalam secangkir sajian beras ketan yang dimasak mampu menghasilkan kuran lebih 1,7 gr serat atau sekitar 7% dari asupan harian yang direkomendasikan bagi seorang wanita yaitu 25 gr.
Ketan juga sering kita lihat menjadi bahan olahan berbagai macam bentuk makanan, salah satunya adalah TANSU atau Ketan Susu yang bisa dinikmati kelezatannya di Warkop Markonah (hehehe iklan deh..)
Penampakkan Ketan susu keju coklat di Warkop Markonah
Nah berikut kandungan Nutrisi yang terdapat dalam beras ketan:
Menurut informasi nutrisi dari online DietFacts.com, 1 cangkir atau sekitar 200 gram beras ketan berisi berisi 169 kalori atau sekitar 8% dari asupan kalori harian yang direkomendasikan. Beras ketan juga memiliki kandungan rendah lemak karena beras ketan hanya mengandung 0,33 gram lemak per cangkirnya. Perpustakaan Nasional of Medicine dan National Institutes of Health menjelaskan bahwa lemak makanan dapat mempromosikan pertumbuhan dan membantu tubuh dalam penyerapan vitamin.
Beras ketan berisi 3,5 gram protein per cangkirnya atau menyediakan +/- 8% dari dari rekomendasi asupan harian pada wanita yaitu 46 gram protein. Protein merupakan nutrisi penting yang terlibat dalam struktur kulit, otot dan jaringan tubuh lainnya.
Sumber utama kalori dalam beras ketan adalah karbohidrat, yaitu Hampir 88%. Setiap cangkir beras ketan mengandung sekitar 37 gr karbohidrat, dan 1,7 gr serat. Atau +/- 7% dari 25 gr rekomendasi asupan harian serat bagi wanita di bawah usia 50 tahun dan 8% dari 21 gr rekomendasi asupan harian serat bagi wanita di atas usia 50 tahun. The Mayo Clinic menjelaskan bahwa serat memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh seperti mengatur tekanan darah dan kadar gula darah.
Nutrisi lain yang terkandung dalam beras ketan antara lain adalah dalam setiap cangkir beras ketan berisi vitamin B-6 sekitar 7% dan kandungan tembaga sekitar 9% dari rekomendasi asupan harian. Menurut Institute of Medicine, kandungan vitamin B-6 dalam beras ketan dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, membantu sel-sel untuk menghasilkan energi, dan juga membantu dalam sintesis hormon untuk menjaga keseimbangan hormon. Sedangkan kandungan tembaga dalam beras ketan dapat memperkuat jaringan ikat dalam tubuh, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan fungsi otak agar tetap sehat.
Sumber wikipedia.com dan manfaat.co.id





























